Jumat, 17 Januari 2020

Ulang Tahun Pertama di Perantauan (2019)

          Januari 2019 adalah awal adaptasiku dengan hidup baru; mengawali hari-hari sebagai seorang pekerja ibukota yang tinggal jauh dari keluarga. Aku tak punya siapa-siapa di sini, kecuali beberapa teman kuliah yang dibilang dekat pun nggak terlalu. Hingga pada saat tiba hari ulang tahunku yang ke-23, aku menyadari sesuatu; mungkin kali ini aku ditakdirkan untuk sendiri; mengapresiasi diri. 
         Aku merayakan dengan renungan. Dengan secarik kertas untuk menulis apa saja yang telah kudapat selama hidup. Lebih tepatnya tentang sebuah pendewasaan yang terlatih dari beberapa hal berat yang pernah kualami. Aku tak saja fokus dengan masalah, namun juga kureview seluruh anugerah dari Tuhan yang telah dititipkan kepadaku selama ini dengan tanpa kusadari.
      Disaat aku masih berada dalam proses pengenalanku terhadap lingkungan kerja, aku tak mendapat ucapan ulang tahun yang tulus disampaikan kecuali hanya sebatas formalitas. Baiklah, aku mengerti. Aku memang bukan siapa-siapa untuk mereka. Namun ada sebait masa lalu yang masih mengiringi penambahan umurku di kota asing ini. Rasanya keberuntungan masih sedikit memihakku sebagai anak rantau pemula.
           Dia yang sudah mengambil keputusan bulan lalu, dia yang memang kujalani dengan ragu. Akhirnya tidak ada lagi kita sejak saat itu; satu bulan sebelum ulang tahunku. Aku tidak menyesal karena aku sudah melepas dengan ikhlas. Fokus memulai hidup baru untuk bersiap bekal masa depanku, entah dengan siapa nanti. 
             Dia menghampiriku di kota ini. Sudah kuberi aba-aba bahwa tidak akan ada lagi kita setelah pertemuan kami berdua. Dia pun sepakat. Tetap menghampiri tanpa mengurungkan niat. Hambar. Semua terasa pias. Aku berjalan tanpa ada lagi perasaan. Lontaran canda dan tawa palsu menjadi teman sepanjang perjalanan itu. Aku memang sudah tidak akan bisa menjadi seseorang yang menyandingnya. Mungkin, memang lebih baik untuk sendiri. Terima kasih, atas kedatanganmu untuk menjadi satu-satunya orang yang merayakan penambahan umurku. Terima kasih untuk satu-satunya kue dan lilin yang kutiup tahun lalu.

***


Ditulis tepat satu tahun setelah kejadian,
Jakarta, 2020.

Rabu, 09 Oktober 2019

A Blessing Love

Thanks God. I’m feeling blessed today.

I finally found the one I wish to spend the rest of my life. I have indescribable feeling except love and comfort while I’m leaning on him. No reason for my fear. No space for my sadness. No one else who will love me like he will.

And again; Thanks God. 
Thank you for giving me lots of love and happiness through someone called mine. 

Dearest Mine,
May Allah bless us to the marriage as we wish.
Aamiin 🤲🏻

Jumat, 20 September 2019

A Weird Feeling

Untuk kesekian kalinya aku terjebak oleh sebuah rasa yang tak ternama. Resah, gelisah, dan gundah.
Kalau aku saja bingung dengan perasaanku sendiri, bagaimana aku bisa membuat orang lain mengerti dengan apa yang kurasakan ini?
Seringkali aku berkonflik dalam hati. Tentang apa dan kepada siapa sedihku ini harus tertuju.

Aku terjaga setiap malam, bahkan terbangun di saat lelap. Kusaksikan kalutnya fikiran yang tengah beradu dengan hati yang gundah. Aku hanya bisa terdiam tanpa menyadari air asin tengah mengalir hingga pipiku basah.

Aku benar-benar tidak tahu sampai saat aku menelusuri seluruh isi handphoneku.


***


Mungkin aku rindu. Pada setiap waktu di masa laluku. Masa yang telah kulewati tanpa bisa aku hargai. Masa yang pernah kulalui dengan tanpa keberhasilan. Masa yang berlalu begitu saja, tanpa sempat kumembuat orang-orang di sekitarku bahagia.

Teruntuk diriku dua tahun yang lalu; maaf telah kuabaikan beberapa moment berhargamu. Maaf telah kuambil alih sebagian jalan menuju kebahagiaanmu.

Aku yang saat ini sedang tak tahu tentang perasaanku, sedang merancang kembali jalan kebahagiaan yang sempat terlewat. Teruntuk diriku dan masa depanku, besar harapanku untuk bisa membahagiakan diriku dua tahun lalu, diriku di masa lalu, dan orang-orang disekitarku.

God bless you dearest Cece, make your cildhood be proud of you.

Senin, 14 Agustus 2017

Garis Hitam Kepercayaan

Maaf jika akhirnya aku tak kuasa untuk memendam rasa. Kupikir aku sanggup bersembunyi dibalik jiwa sok tegar yang baru saja kulatih beberapa bulan terakhir ini. Maaf telah menggunakan media ini sebagai saluran rasa kecewa. Ya, aku kecewa. Bukan tentang sebuah pembatalan untuk berjumpa, tapi lebih kepada persembunyian; suatu hal yang tidak dikomunikasikan.

Teruntuk kamu yang kupercaya menjadi pendampingku,
Teruntuk kamu yang kuhargai sebagai pilihanku,
Teruntuk kamu yang kupercaya untuk bertanggung jawab atas segala komitmen dan janji-janji,
Aku akan tetap menjadi wanita yang kuat meski kelak kudapati sebuah kebohongan dan pengkhianatan. Segalanya akan tetap mudah bagimu, karena tinggal saja kucabut kepercayaan yang sempat kutitipkan, tanpa adanya tuntutan. Tak perlu meronta, aku akan berjalan dengan senyum yang kusisakan.


Maaf aku terlalu menghargai hidupku, yang tak akan kubiarkan lama dengan orang yang tak menghargaiku. Maaf untuk mahalnya harga kesempatan kedua, yang akan sangat langka untuk kuberikan pada orang yang pernah ingkar.

Jumat, 20 Januari 2017

A bless and precious days

“Oh ya, aku punya sesuatu buat kamu, sebenernya emang pengen ngasih sesuatu  sejak selesai project itu sih, tapi baru sempet sekarang.” Lalu dikasihlah bunga mawar ke aku, kaget sih HAHAHA. Antara kaget dan heran, soalnya memang belakangan ini aku pengen buket bunga!:( tapi ya ga tau mau ngode ke siapa kan ga punya siapa-siapa HAHA.
“Ya tapikan ini bukan buket,” katanya.
“Ya tapikan masih sama-sama bunga, sama-sama yang aku pingin,” jawabku.
Haduh ya ampun ga nyangka kan dapet sesuatu yang dipingin dari unexpected person:( ya meskipun setangkai sih, coba kalo segepok (gebet aja tukang kebun Ce)
***
Ada tukang pos tuh dateng, tapi ya peduli amat dah paling kiriman paket online shop pesenan anak kost. Terus beberapa detik kemudian Ada yang panggil namaku. Heran sih biasanya namaku ga akan terpanggil kalau ga ada perlu sesuatu *ngenes banget. Terus waktu aku keluar, disambutlah aku dengan seorang lelaki dengan seragam rapinya, Pak Pos.
“Mbak Cecelia? Ada kiriman dari China.”
“China?” heranku dalam hati, sambil menerima paket tersebut. Kotak. Cukup besar, dan agak berat. Terus waktu liat tulisannya, ya elah huruf apaan ga paham ga bisa baca :( Tapi dari tulisan tangannya, aku tau siapa itu. Memang tertulis Republic Of China, tapi kutahu ini kiriman dari seseorang di Taiwan. Lalu aku tanda tangan lah bukti penerimaan di dokumen pak pos.
“Dari siapa?” tanya Bapak.
“Ya siapa lagi kalau bukan Wendy,” jawabku enteng. “Tapi dia ngga bilang apa-apa, dan ngga ada tanda-tanda mau ngirim sesuatu juga,” tambahku.
Kami terdiam heran. Beberapa saat kemudian kami menyadari sesuatu......
“Kado ulang tahun!” ucap kami berdua bersamaan.
Makin sumringah aku! Kedatangan pak pos memang selalu mengejutkan bagi siapapun yang mendapat kiriman. Begitu juga aku, selalu suka dengan kedatangan pak pos yang membawakan sesuatu atas namaku. Ya, ini bukan pertama kalinya aku menerima paket. Karena sejak dua tahun terakhir ini aku bertukar postcard dengan beberapa orang. Beda kota maupun beda negara. 
Aku masih ingat pertama kali mendapat postcard dari luar negeri. Saat tiba di rumah dengan rasa lelah, tiba-tiba ada surat dengan gambar pemandangan yang khas dari negara pengirim, tergeletak di kasurku. Siap untuk dibaca. Cukup membuatku tersenyum dan melupakan lelah seketika.
Aku juga masih ingat saat tiba di rumah dan tidak ada siapapun, kubuka pintu yang terkunci. Saat aku melangkah masuk, kaki kananku menginjak sesuatu. Sebuah kertas diselipkan tukang pos dibawah pintu. Ternyata postcard untukku. Menyenangkan.
Aku juga pernah menerima postcard secara langsung, tak kalah mengejutkan. Bahkan aku pernah menantikan kedatangan pak pos, karena waktu yang seharusnya kiriman itu telah tiba di rumahku.
Ada feeling khusus yang aku rasakan saat aku menulis dan membaca surat. Apalagi kalau tulisan tangan, lebih berkesan. Karena terkadang, menulis adalah cara mengungkap yang tak terucap.
***
Hari itu aku capek banget, ngantuk juga, abis lembur dekor acara jurusan. Sampai rumah tidurlah aku. Paginya, aku lihat hape. Ternyata ada yang telfon dini hari, pun tak kudengar. Padahal handphone ada di sebelahku. Selain itu juga ternyata udah beberapa yang ngucapin ulang tahun. What a made my dayJ saat itu aku merasa beruntung, merasa bersyukur, ketika hari lahir kita diingat seseorang, dan disiapkan oleh seseorang atau bahkan beberapa orang. Menyenangkan. bahkan, kata terima kasih masih terasa kurang untuk mereka.
Dia; seseorang yang kukenal baik sejak 2011. Mengirimkan beberapa foto yang telah disiapkan sebelumnya, dan memberikan ucapannya pada 00.01. Dalam ucapannya dia juga bilang “maybe I’m not the first.....” hahaha aku ga paham deh dia bilang kaya gitu pada jam yang harusnya dia tahu itu benar-benar saat pergantian tanggal dan hari. Apa dia merendah? Sok-sokan hmm or he wanna just make sure if he really the first wkwkwkwk “But actually you did” jawabku.
“Masih ada yang lain, nanti aku kirim lagi ya. Mau uas dulu,” katanya.
Dan sampai sekarang kami masih berkomunikasi karena dia masih ada utang itu-_- tapi dianya lagi sibuk jadi belom sempet dan pokoknya bakal aku tagih HAHA dan kudu ketemu dalam waktu dekat ini. Because kita udah ga jumpa berapa bulan yah wkwk. Dan btw, dia berulang tahun juga dua hari setelah aku. Jadi, memang kami harus bertemu *mau ngapain hayo.. ya mau cerita-cerita aja, lama ga ketemu, namanya juga maintain relation wkwk.

Pagi itu UAS terakhir. Kebetulan sekelas sama Inggrid Linda juga. Ya mereka ngucapin biasa gitu. Tapi abis selesai kelas, aku keluar, lihat inggrid duduk di bangku, eh ketawan lagi nyembunyiin kue dan mukanya kayak ketangkap basah lagi ngapain gitu kwkwkwk. “Yah gagal deh,” katanya. Aku ketawain aja, aku tanya rencananya mau gimana? Wkwk.
Habis itu kita turun ke lobby bertiga. Ketemu sama dua orang, satu cewe satu cowo. Mereka crewku saat produksi dan juga teman satu kelompok untuk acara closing PR besok. Jadi ya aku mampirlah ngobrol sama mereka. Basa-basilah minta traktiran blablabla fafifu. Terus si cowok itu tadi tanya, “mau kado nggak?” antara salting sama mupeng sih wkwk tapi tetep bertingkah konyol aja kalo sama dia no personal feeling aku jawab “Mau! Kamu mau kasih aku apa?”
“Yaudah waktu Studi Kasus ya..”
“Berati besok dong?”
“Ya kan nanti juga ketemu, waktu gladi resik.”
Habis itu aku pulang. Sorenya aku ke kampus lagi untuk dekor dan gladi resik. Dan konyol banget jam 8 harus balik rumah karena sesuatu tapi berhubung belum kelar urusan dekor jadi aku harus balik kampus lagi dan itu udah jam 9 aku ga boleh bawa motor, karena ibu tau aku bakal pulang kemaleman. Kasihan,katanya. Uhuy aku dikhawatirkan wkwkkw maklum sih ya biasa sendiri ga ada yang mengkhawatirkan #HALAH JONES MEMANG. Yaudah aku dijemput sama temenku.

Kita selesai dekor jam 23.00 lebih dikit. Turunlah kita ke parkiran. Berhubung aku capek dan pengen duduk, aku masuk mobil duluan, tapi pintunya ga aku tutup. Dan temen-temen kelompokku masih pada di luar ngobrol-ngobrol dan nungguin temen yang mau ambil motor. Tiba-tiba mereka nyamperin aku bawain kue sambil nyanyi wkwkwkwk shock berat dah aku mana kepikiran bakal disurprisein sama mereka orang sama-sama hectic dan capek juga. Pake lilin yang dari aplikasi android :” Literally roti bakar sih bukan kue tart wkwk gapapa biar bisa dimakan bareng2 lebih berfaedah lagipula tadinya waktu berangkat aku bilang pengen roti bakar :” eh gataunya diwujudin sama mereka :” Lagi nyanyi dan sorak sorak eh malah ditegur satpam :”
Itu di mobil aku berlima, 4 lainnya cowok semua dan aku bodo amat. Ga langsung pulang ternyata masih dibawa ke palagan dulu :” dan ke jakal dulu :” Oh iya disitu juga ada temenku yang tadi siang nawarin kado. Terus si mulut hobi nyablak ini spontan bilang “Eh tadi siang kayaknya ada yang utang sesuatu deh”. Terus ternyata dia ngerasa, dan tanpa ditagih dia ngeluarin sesuatu dari tas. “Iya-iya ga lupa kok” sambil dia kasih kotak kado WAKAKA ANYING NGAKAK SHOCK BERAT DIKASIH BENERAN aku kan ga nyangka huft kampret jadi gaenak kan -_- dan itu divideo sama temnku hm ok melting eug :l
Beneran jadi ga enak :( tapi seneng sih :( wkwk
“Tapi ada syaratnya, nanti abis dibuka tolong kasih skala 1-10 seberapa seneng kamu sama kadoku”
***
THE DAY CLOSING PR
UHUY FREEDOM COME TO MAMA!HARI INI SAATNYA MELEPASKAN BEBAN SEMESTER!
Setelah ini selesai aku akan hidup tenang wkwkkw lebay. Ga usah banyak cerita lagi uda capek wkwk oh iya here i got damn good news for the damn unexpected thing. My group was announced due to the achievement of being favorite group! Xoxo thanks a lot! Kata temenku “selamat ya cece, lumayan ya bisa jadi kado ulang tahun” wkwk bersyukur sih, bisa ngebayar rasa capek dengan rasa senang dan kepuasan. Bisa ngebayar waktu yang tersita selama dua hari itu buat nunda rencana makan-makan sama keluarga
***
19 Januari 2017 masih dapet surprise lagi subhanallah alhamdulilah terima kasih riqqah kakdika dan kakmuthia emang the best working partner ever! Tahun ini adalah tahun kedua dirayain sama mereka, tahun kemarin juga disurprisein sama mereka bertiga.  Kalo yang kemaren sampe didekor-dekorin segala aw :” love you max!
***
Author's closing statement:
Orang-orang silih berganti membuat harimu menyenangkan. Padahal, jauh di dalam sana ada sesuatu yang kamu rasakan; kehilangan. Sederet pertanyaan dan penantian menyita waktu dan emosimu. Justru disitulah kamu belajar; memaknai hidup secara luas, bertanggung jawab pada diri sendiri, and how to make a deal with a person who left without saying good bye.


Regards,
Birthday Girl



***

If you don't mind to vsit my previous post: http://bit.ly/2jIJwOf